Cara Memilih Oli Yang Cocok

Header Menu


Cara Memilih Oli Yang Cocok

jemberindo
Minggu, 13 Maret 2022

 
Cara Memilih Oli Yang Cocok

Kalo udah ngomongin tentang oli, pasti semua punya pendapat masing-masing. Ada yang fanatik dengan merek tertentu dan ada pula yang suka memakai oli dengan ukuran kekentalan tertentu. Sudah merasa cocok? silahkan jika memang Anda merasakan demikian. Tapi ada baiknya jika kita diskusi dikit tentang oli, terutama oli apa yang bagus dan cocok untuk motor kita, cocok dengan iklim seperti di Indonesia ini.

Mengutip informasi yang ada di Kompas, pada lembar sisipan otomotif, disitu diulas tentang jenis oli yang ada dipasaran saat ini dan bagaimana kita menyiasati dalam menggunakan oli yang cocok untuk kendaraan kita (terutama motor kita).

Memang dalam artikel tersebut pembahasan penggunaan oli dikhususkan untuk mobil, tetapi pendapat saya pribadi, secara umum penggunaan oli akan tidak berbeda jauh untuk diaplikasikan pada tunggangan kita.

Seperti yang ditulis di Kompas pada edisi tersebut, oli yang saat ini beredar dipasaran ada dua jenis, yaitu oli jenis mineral dan oli jenis sintetis. Jenis oli mineral adalah campuran antara minyak bumi yang ditambah zat adiktif, sedangkan jenis oli sintetis adalah minyak bumi yang sudah melalui proses kimiawi diubah menjadi bahan sintetis.

Untuk daya tahan, biasanya oli sintetis lebih tahan panas sehingga oli jenis ini tidak mudah rusak dan tahan terhadap oksidasi. Jadi jangan heran kalau oli sintetis biasanya agak mahal dibanding oli jenis lain.

Oli sintetis biasanya digunakan untuk kinerja mesin yang sedikit ekstrem, seperti untuk balapan. Oleh karena itu, jika hanya untuk kebutuhan harian sebaiknya gunakan oli mineral. Selain murah juga banyak direkomendasikan oleh pabrikan motor.

Nah ini yang paling penting, masih mengutip dari ulasan surat kabar tersebut, oli yang ada saat ini memiliki dua istilah karakteristik, yaitu SAE dan API. SAE (Society of Automotive Engineers) adalah tanda untuk tingkat kekentalan, sebagai contoh SAE 20W-50. Huruf "W" sendiri artinya "winter". Artinya pada saat musim dingin kekentalan oli ada pada angka 20.

Sedangkan angka 50 artinya, pada saat udara panas kekentalan oli akan berubah menjadi 50. Oli seperti inilah yang disebut juga dengan oli multigrade, atau oli yang memiliki beberapa tingkat kekentalan. Sedangkan oli monograde biasanya hanya bertuliskan SAE 40 atau SAE 50.

Seperti sudah disebutkan dibagian pembuka tadi, oli mana yang cocok untuk iklim Indonesia yang tropis ini? Oli dengan SAE 40 dirasa sudah mumpuni, tapi jika ingin menggunakan oli multigrade juga tidak ada salahnya.

Nah untuk singkatan API sendiri adalah Automotive Petroleum Institute, adalah petunjuk bagi tingkatan mutu oli. Pada kendaraan yang menggunakan bensin biasanya diawali dengan huruf "S" (sevice station), misalkan SG atau SJ. Kalau mesin menggunakan bahan bakar diesel (tentunya yang ini merujuk pada mesin mobil loh ya) diawali dengan huruf "C" (comercial), misalkan CD atau CF.

Jadi agak lumayan kan dapat informasi sedikit tentang oli. Bagi Anda yang ingin memilih merek dan jenis oli disarankan berkonsultasi dahulu dengan orang yang sudah paham dengan masalah oli. Bisa berkonsultasi dengan montir Anda atau berkonsultasi dengan pihak dealer motor Anda.

Atau rekan-rekan disini ada yang ingin berbagi pengalaman untuk masalah oli ini? Silahkan kita saling berbagi informasi disini. Mungkin ada saran oli merek apa yang bagus dan cocok untuk merek dan tipe motor kita.